Get Chitika | Premium

Aneka Obat Tradisional untuk Anak

Friday, April 24, 2009

Berikut sejumlah obat dan bumbu dapur yang biasa digunakan sekaligus kegunaannya :

Bawang Merah:

Untuk menurunkan demam: parut bawang merah secukupnya,balurkan di tubuh bayi/anak.
U/ borok: 3 siung bawang merah & 2 jari rimpang kunyit dicuci,diparut, lalu dicampur dgn 2 sendok minyak kelapa baru. Hangatkan diatas api kecil sambil diaduk. Setelah dingin, oleskan pada bagian tubuh yang sakit sebanyak 2 kali sehari. Untuk masuk angin: 8 siung bawang merah, dicuci, tumbuk halus, campurdengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan di punggung, leher, perut dan kaki.

Jahe
Untuk menghilangkan masuk angin, perut kembung & kolik pd anak: 1/4
sendok teh bubuk jahe kering dilarutkan dlm 1/2 cangkir air panas.
Berikan 1-2 kali per hari sesuai umurnya.

Kunyit (kunir)
Untuk diare: 1/2 jari kunyit & 3 lembar daun jambu biji muda
segar dihaluskan, campur dgn 1/2 cangkir air, lalu diperas.
Setelah disaring, diminumkan pada anak .
Untuk kulit berjamur atau becak putih jamur/ruam popok
karena pemakaian diapers, parut kunyit lalu oleskan.



Daun jambu Biji (jambu klutuk, jambu batu)
Untuk diare: 3 lmbr daun jambu biji muda & segar dicuci bersih, tumbuk
halus, beri 1/2 cangkir air matang hangat, diperas & diambil airnya.Beri
garam secukupnya sblm diminumkan pada anak.Air perasan diberikan
pada anak sekehendaknya.

Belimbing wuluh (belimbing asam, belimbing buluk)
selama bbrp jam) satu genggam (sekitar 11-12 gram) bunga belimbing
wuluh segar, 5 butiradas, 1 sendok makan gula batu & 1/2 gelas air.
Saring & minumkan 2-3 kali/hari dgn dosis sesuai usia anak.

Mengkudu (pace)
Untuk meringankan perut kembung pada bayi: panaskan daun
mengkudu diatas api bbrp saat, lalu olesi minyak kelapa segar/yg baru.
Tempelkan pada perut anak sewaktu hangat. Bisa diulang beberapa kali.

Kemiri
Berkhasiat menyuburkan rambut bayi: minyak kemiri dioleskan pada
kepala bayi/anak sambil dipijat perlahan setiap malam. Pagi hari rambut
disampo & dibilas dgn air hangat hingga bersih. Minyak kemiri ini lebih
baik yang sudah jadi.

Air Kelapa Muda
Dapat digunakan untuk obat muntaber krn air kelapa muda banyak
mengandung mineral kalium, yg banyak keluar ketika anak muntaber.
Dosisnya tak ada takarannya, sekendak anak.

Brotowali (Putrawali, andawali)
U/ pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka2 & gatal2 akibat
kudis (scabies): 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil2, rebus dgn 6
gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan
gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak & obat batuk anak: campur 1 sdm air perasan
jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30
menit.Takaran minum:bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt
anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdtanak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt
Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam
gelas/cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk
anak, 3 kali 1 sdt per hari.

Kentang
Untuk obat bisul: parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan
parutan kentang segar dioleskan pada bisul 3- 4 kali per hari
untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat
buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.

Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)
Untuk menenangkan bayi & anak yang sering rewel pada malam
hari,balurkan parutan banglai segal di kening dan badan anak.Minyak zaitun
Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle
crap),sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

Lidah buaya
Untuk mengobati luka bakar pada bayi & anak: dgn mengoleskan
daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita
luka bakar.

Daun pepaya
Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit
malaria, panas,beri-beri dan kejang perut: daun pepaya muda
ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.

Temulawak (koneng gede)
Untuk menambah nafsu makan: 150 gram temulawan 50 gram kunyit
segar dikupas, iris tipis, rendam dlm 500 cc madu kapuk dlm toples
tertutup selama 2 minggu.Setelah 2 minggu ramuan siap digunakan.
Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dlm 1/2
cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.

Kencur
Untuk meringankan batuk pd anak: 5 gram kencur segar dicuci bersih,
parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang & diaduk. Stlh disaring,
tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

Adas (fennel)
Teh adas dpt dipakai untuk meringankan bayi yg menderita kolik/yg
kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin &
kolik: 1sdt teh adas dilarutkan dgn 1 cangkir air mendidih, aduk hingga
larut. Stlh agak dingin, larutan dpt diminumkan pada bayi/anak dengan
takaran sesuai umurnya.
Baca Selengkapnya...

Indexs

Sunday, February 1, 2009

Loading...




Baca Selengkapnya...

Jenis Makanan yang Membuat Gemuk

Monday, October 27, 2008

Ini dia 15 jenis makanan yang gampang membuat gemuk. Kalaupun tidak bisa menyingkirkannya dari daftar menu, gantilah dengan jenis yang rendah kalori dan bebas lemak, atau tidak terlalu sering mengonsumsinya.

1. Pure kentang. Apalagi jika proses pengolahannya menggunakan krim dan mentega. Bayangkan, 1/2 mangkuk saji saja sudah mengandung 200 kalori!

2. Permen. Selain mengandung jenis lemak jahat, kadar gulanya juga sangat tinggi. Begitu pula panganan sejenis seperti donat, cake dan bolu gulung.


3. Es krim. Meski kenikmatannya sangat mengundang, es krim merupakan sajian yang amat tinggi kandungan lemak, gula dan kalori. Jadi, pertimbangkan kembali untuk menikmatinya jika Anda sedang berdiet.

4. Keripik kentang. Camilan yang gurih ini merupakan salah satu makanan yang paling berpeluang bikin gemuk karena kandungan garamnya sangat tinggi. Belum lagi kandungan lemak dan gulanya, sehingga total kalorinya tinggi. Di samping itu, keripik kentang banyak mengandung bahan pengawet, perasa dan pemanis buatan yang jelas-jelas dapat merugikan kesehatan.

5. Daging olahan. Kendati amat praktis, hot dog, sosis dan daging olahan sejenisnya, mengandung lemak tak baik. Kadarnya yang begitu tinggi, sama banyak dengan kadar garam yang dikandungnya.

6. Jajanan gorengan. Makanan jenis ini kurang baik bagi kesehatan karena umumnya digoreng dengan minyak yang tidak diganti setiap kali menggoreng. Kandungan lemaknya juga sangat tinggi dan kurang terjamin kebersihannya jika dijajakan di pinggir jalan.

7. Makanan cepat saji. Di antaranya hamburger, nachos dan kentang goreng. Kandungan lemaknya sangat tinggi, begitu pula kandungan kalorinya. Sementara kandungan nutrisi yang menyehatkan, nyaris tidak ada.

8. Minuman bersoda. Meski mendatangkan kesegaran sesaat, minuman ini sama sekali tidak memiliki nilai-nilai nutrisi. Kecuali, kaya akan kandungan gula, sodium, dan kalori.

9. Sereal manis. Sereal dengan kandungan karbohidrat yang tinggi, semakin menjadi ancaman bila bertemu dengan rasa manis dari gula. Makanan jenis ini akan meningkatkan gula darah dan menyebabkan tubuh menimbun lemak.

10. Susu whole milk. Meskipun kandungan kalsiumnya baik bagi tubuh, susu jenis ini memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi yang akan menambah timbunan lemak tubuh. Jadi, kalau ingin mengambil manfaat kalsiumnya, ganti saja dengan mengonsumsi susu yang bebas lemak atau minimal yang yang sudah dikurangi kandungan lemaknya.

11. Kuah daging. Kandungan lemak dan karbihidrat maupun kalorinya sama-asma tinggi.

12. Roti. Terutama yang terbuat dari tepung yang sudah mengalami proses penghalusan, sehingga tinggi kandungan lemak dan karbohidratnya. Kalau mau aman, coba mengonsumsi roti gandum, sehingga dapat menfaat dari seratnya.

13. Aneka Krim. Whipped cream yang sering dipakai sebagai penghias pada jus stroberi dan dressing salad, semuanya mengandung lemak tinggi, dan akan menjadi kalori tinggi jika tercampur dengan makanan sehat Anda. Sebaiknya, jika Anda sedang mengonsumsi makanan sehat, tidak usah dibumbui dengan aneka krim atau topping.

14. Mayones. Memiliki sekian banyak ikatan lemak di dalamnya. Jadi, sebaiknya pakai sedikit saja jika Anda menginginkan.

15. Kopi Instan. Tahukah Anda bahwa secangkir kopi instan mengandung lebih dari 39 lemak? Nah, kalau tidak mau tubuh Anda jadi timbunan lemak, hitung secara cermat berapa jumlah kalori dari kopi instan yang masuk ke dalam tubuh.
Baca Selengkapnya...

Keracunan Makanan

Tuesday, August 12, 2008




Keracunan makanan merupakan suatu gejala klinis, atau gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi racun.

Mengkonsumsi makanan, tidak hanya diperlukan nutrisi dan kecukupan gizi yang terkandung di dalamnya, namun juga harus diperhatikan segi kebersihannya. Jika makanan yang kita konsumsi mengandung bakteri, kuman, bahkan virus, makanan yang kita makan dapat menyebabkan keracunan bagi tubuh.

Gejala yang paling sering timbul berupa rasa mual, sakit perut, munta-muntah, dan diare. Seseorang mengalami gejala-gejala tersebut secara terus menerus dalam waktu enam jam setelah menelan makanan yang tekontaminasi. Gejala lain yang sering menyertai adalah sakit kepala, otot perut kejang, kulit menjadi dingin, dan penurunan tekanan darah.

Keracunan makanan dapat disebabkan oleh tiga Faktor, yaitu :

Faktor kimiawi
Merupakan keracunan makanan yang disebabkan karena bahan kimia yang terkandung dalam makanan.

Faktor biologis
Merupakan keracunan yang disebabkan karena mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung racun.

Faktor mikrobiologi
Merupakan keracunan yang disebabkan karena makanan telah tercemar mikroorganisme pathogen (merupakan mikrobiologi penyebab penyakit). Biasanya mikroorganisme mencemari makanan dengan mengeluarkan racun, lalu menginfeksi saluran pencernaan.

Keracunan makanan juga dapat disebabkan oleh :

Manusia
Cucilah tangan setiap kali sebelum makan. Karena bakteri selalu menempel pada permukaan kulit, terutama pada bagian tangan.

Lingkungan
Bersihkan alat-alat dapur yang akan digunakan untuk mengolah makanan. Jaga selalu kebersihan ruang dapur. Buang sampah secara teratur.

Bahan makanan
Lakukan pemilihan bahan, penyimpanan, dan pengelolaan bahan makanan dengan hati-hati. Sebagai contoh, masaklah daging (ayam, sapi, kambing, bebek, dan lainnya) dengan sempurna, agar bakteri dan spora yang terkandung di dalamnya mati.

info-sehat.com
Baca Selengkapnya...

Makanan Gorengan Pembawa Kanker?

Makanan yang digoreng atau populer disebut gorengan, ternyata bukan hanya meningkatkan kadar kolesterol darah serta menyebabkan terjadinya peningkatan risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner. Makanan gorengan juga menghasilkan zat pemicu kanker (karsinogenik) dengan nama akrilamida.

Hampir setiap orang menyukai makanan gorengan, seperti kentang, pisang, ubi, tempe dan tahu goreng. Makanan jajanan ini makin sedap rasanya jika dikonsumsi saat masih dalam keadaan panas. Menemukannya pun amat gampang, mulai dari pinggir jalan hingga mal. Itu sebabnya kita kerap membawanya ke rumah, sebagai makanan ringan di sore hari, sambil minum kopi atau teh manis.


Namun, kebiasaan menyantap makanan gorengan untuk sementara waktu harus kita kurangi atau paling tidak perlu diwaspadai. Sebab, kebiasaan ini mengandung risiko buruk bagi kesehatan.

Eden Tareke dkk., peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia, memaparkan hasil penelitiannya bertajuk Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs yang dimuat di majalah ilmiah Agricultural and Food Chemistry edisi Juli 2002. Masyarakat dunia pun gempar dibuatnya.

Hasil penelitian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk Lingkungan dan Ilmu Pertanian ini menunjukkan bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang yang mengalami penggorengan, dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida.

Hampir 100 jenis makanan gorengan yang lazim disantap manusia di jagad raya ini, antara lain roti-rotian, biskuit, ikan, hingga daging, dinyatakan positif mengandung akrilamida. Makanan gorengan yang menjadi andalan restoran cepat saji (fast food) seperti keripik kentang (potato chip) dan kentang goreng (french fries) disebut-sebut sebagai yang paling buruk karena kandungan akrilamidanya lebih banyak.

Lalu, patutkah kita menjadi panik dengan informasi yang membuat heboh ini, sehingga memantang segala jenis makanan gorengan, khususnya keripik kentang dan kentang goreng?

Mengenal Akrilamida

Akrilamida termasuk salah satu senyawa kimia berbahaya yang kini diduga memiliki potensi kuat sebagai mesin pemicu kanker. Penelitian terhadap tikus percobaan menunjukkan bahwa senyawa yang satu ini menimbulkan tumor, merusak DNA alias materi genetika, merusak saraf, mengganggu tingkat kesuburan, dan mengakibatkan keguguran.

Secara umum sifat akrilamida (2-propenamide) adalah tidak berwarna dan tidak berbau dengan berat molekul 71. Senyawa ini berupa kristal putih, meleleh pada suhu 84,5 derajat Celcius, dan mendidih pada suhu 125 derajat.

Senyawa yang larut dalam air, aseton dan etanolini, pada proses pembakaran menghasilkan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, seperti amonia, karbonomoksida, dan nitrogen oksida (Friedman, 2003).

Kini yang menjadi pertanyaan, berapa dosis minimum akrilamida yang bisa ditoleransi tubuh manusia? Hingga sekarang belum ada jawaban yang memuaskan untuk itu. Namun, masyarakat Uni Eropa dan organisasi kesehatan PBB (WHO) menetapkan standar maksimum akrilamida pada air minum 0,5 mikrogram per liter. Pada kadar itu, saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian.

Dosis tinggi akrilamida pernah dilakukan uji toksisitas. Hasil yang diperoleh adalah dosis antara 800-2.700 mikrogram per hari bagi orang dewasa merupakan yang terendah, tapi di sisi lain sudah mampu meningkatkan mutasi gen pada tikus percobaan.

Proses Penggorengan

Penelitian yang dilakukan Eden Tareke dkk. menemukan bahwa bahan pangan yang tidak mengalami proses penggorengan atau pemanggangan ternyata hanya mengandung senyawa akrilamida dalam jumlah yang amat sedikit, sehingga tak menimbulkan keraguan untuk menyantapnya. Demikian juga penelitian tidak menemukan adanya akrilamida pada produk pagan mentah dan makanan rebusan atau kukus.

Sementara itu, kentang goreng mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 220 derajat Celcius. Dengan kanduangan sebesar ini kita patut waspada.

Jika setiap hari menyantap akrilamida yang berasal dari kentang goreng, lama kelamaan dalam tubuh kita akan terjadi penimbunan senyawa yang menimbulkan kanker. Dan pada suatu saat dapat memicu munculnya penyakit yang bisa mematikan manusia itu.

Barangkali, kini ada pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita, mengapa makanan rebus atau kukus tidak mengandung senyawa akrilamida, tapi dalam makanan gorengan jumlahnya banyak? Hingga sekarang untuk soal yang sulit ini belum ada jawaban yang memuaskan.

Namun, peneliti dari Swedia itu menjelaskan bahwa hadirnya senyawa akrilamida pada makanan gorengan di picu oleh proses penggorengan itu sendiri. Penggorengan dengan suhu yang relatif tinggi, sekitar 190 derajat Celcius (seperti lazimnya suhu penggorengan dalam minyak), dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada kentang terurai atau terlepas. Menurut penelitian itu, sebagian karbohidrat yang terlepas kemudian ditangkap atau bereaksi dengan asam amino, senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida.

Mekanisme ini secara umum biasa terjadi pada proses memasak. Sebab, asam amino dan gula dapat bereaksi lewat apa yang dikenal dalam bahasa kimia pangan sebagai reaksi Maillard.

Imbangi dengan buah dan sayur

Ada ungkapan lama menyebutkan lebih baik mencegah daripada mengobati. Jika sudah tahu bahwa suatu jenis makanan dapat menyebabkan penyakit kanker, lebih baik tak usah dikonsumsi secara berlebihan.

Bukti menunjukkan bahwa penyakit kanker muncul karena pola makan yang salah. Sekitar 40 persen lebih resiko kanker disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tak benar, termasuk sembarangan mengonsumsi makanan gorengan.

Satu hal yang patut disadari, sehat itu akan tiba-tiba menjadi begitu mahal ketika kita sudah jatuh sakit. Jika Anda terpaksa harus menyantap kentang goreng di restoran cepat saji misalnya karena enggan menolak ajakan baik teman lama, makanlah secukupnya dengan menghilangkan rasa khawatir bahwa besok sudah terserang kanker.

Namun, jalan keluar yang paling baik adalah dengan membuat sendiri makanan gorengan di rumah, sehingga kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan guna mengurangi terbentuknya senyawa karsinogenik. Misalnya, kita bisa menggunakan suhu penggorengan yang lebih rendah dengan api kecil. Sebab, tinggi rendahnya suhu berpengaruh terhadap jumlah senyawa akrilamida pada hasil gorengan. Kebiasaan buruk lain, yakni menggunakan minyak lebih dari tiga kali untuk menggoreng makanan, harus ditinggalkan.

Pada proses penggorengan, bahan makanan akan menyerap sebagian minyak goreng pada suhu sekitar 180-200 derajat Celcius. Kualitas makanan gorengan yang dihasilkan pun, sedikit banyak dipengaruhi kualitas minyak yang digunakan. Selama proses penggorengan, terjadi pengeluaran air dari bahan pangan yang menyebabkan proses hidrolisis pada minyak goreng, sehingga terbentuk senyawa radikal bebas yang karsinogenik. Cirinya, minyak goreng warnanya cokelat kehitaman dan berbau tengik.

Makanan gorengan yang sudah dituduh mengandung senyawa akrilamida pencetus kanker, hanyalah salah satu jenis dari beragam makanan yang harus kita waspadai. Persoalannya, di tengah zaman yang makin maju ini, kita kerap tak bisa menghindar dari jenis makanan yang berlimpah zat kimia, seperti pemanis dan pewarna sintesis.

Lalu, apa jalan keluarnya? Jurus gizi yang tepat adalah meningkatkan frekuensi mengonsumsi buah dan sayur segar sampai lima kali dalam satu hari. Berbagai vitamin antioksidan yang bersemayam dalam makanan nabati ini amat bermanfaat bagi tubuh.

infokesehatan.org
Baca Selengkapnya...

 
 
 
free counters